Upacara Ngundang
Apa Itu Upacara Ngundang?
Upacara Ngundang
Manut Lontar Yama Tattwa makna upacara Ngundang yang di daerah lain sama dengan meajar-ajar, adalah upacara setelah kematian yang dilakukan setelah upacara ngelumbah / Ngumbah = pembersihan. "Ngundang" disini maknanya mengundang Ida Betare / Hyang Widhi utk meminta upasaksi / legalisir bahwa Sang Atma sudah bersih dan selanjutnya akan beristana atau melinggih di Rong Tiga.
Upacara ini cukup kapuput olih ida pemangku
Pada hari ke-84 kematian ( 42 hari lagi setelah hari ke 42 kematian) diadakan upacara Ngundang atau Mebersih di rumah dengan sesajian babi di kamar suci/ tempat pemujaan kepada dewa atau leluhur. Berkaitan dengan peristiwa kematian, ada satu hal yang perlu diketahui tentang istilah ‘sebel’. Kematian bagi masyarakat Desa Sembiran merupakan peristiwa yang menimbulkan “sebel kematian”. Apabila terjadi kematian di salah satu dadia, maka pelaksanaan odalan akan di batalkan. Pada zaman dulu apabila ada kematian, maka akan menggagalkan odalan di Pura baik Pura Desa maupun Odalan di sanggah dadia. Odalan yang seharusnya diselenggarakan di desa bisa batal. Akan tetapi pada saat odalan terjadi kematian saat itu juga, maka yang dianggap sebel adalah dadia yang mengalami kematian saja. Jadi odalan tetap terselenggara di desa seperti biasa yang sudah di persiapkan , namun hanya keluarga yang meninggal bersama dengan kerabatnya yang terhimpun dalam dadianya tidak boleh mengikuti odalan di desa.
Dr. I Nyoman Murtana, S.Kar., M.Hum
Pada zaman dahulu apabila ada kematian yang dikarenakan penyakit (sakit perutnya dan membengkak) maka disebut mati beseh.
Sehubungan dengan itu odalan dibatalkan dan harus mengadakan upaara lain yaitu upacara melis. Apabila desa yg membuatkan upacaranya, maka disebut ngarusan yang berarti ikut menyucikan. Kalau di Bali tengah disebut pewintenan intinya adalah plukatan (pembersihan).
Setelah upacara ngundang ,upacara selanjutnya adalah
Upacara Maebalik Sumpah, di l akukan untuk membersihkan
pekarangan rumah dari segala sesuatu yang merugikan atau mambawa
sial
Sumber :
http://repository.isi-ska.ac.id/3131/2/BUKU%20TRADISI%20WISATA%20DESA%20SEMBIRAN.pdf
Komentar
Posting Komentar