Perkembangan Tarian di Sembiran



Tari merupakan salah satu hasil budaya yang memiliki kekhasan di setiap wilayah tempat tari tersebut tumbuh dan berkembang. Tari di Desa Sembiran memiliki keunikan yang spesifik, meskipun motif-motif gerakannya hampir sama seperti tarian Bali pada umumnya. Keunikan tari-tarian di Desa Sembiran, selain terletak pada fungsinya yang masih sakral, juga bentuknya yang menyerupai drama ritual tari dan tari perang. Tari tersebut biasanya dipersembahkan dalam kegiatan upacara yang biasanya bersifat sakral, yaitu: Tari Nyong Nying, Rejang Dewa, Rejang Bunga, Rejang Tua, Baris Panah, Baris Jojor, Baris Dhadhap, Baris Barak, dan Baris Presi. Selain tari-tarian yang bersifat sakral

Kehidupan tari di Desa Sembiran tampak berkembang secara dinamis dan tetap eksis sesuai dengan fungsinya. Kenyataan demikian dikarenakan kesadaran penduduknya yang masih kuat tentang aktivitas menari sebagai persembahan kepada Sang Hyang Widi Wasa, di samping di Sembiran terdapat sanggar seni Yowana Mukti. Sehubungan dengan itu, sebagian besar penduduk Sembiran bisa menari. Hal tersebut dikarenakan sistem pewarisan dilakukan secara turun-temurun karena terkait dengan kebutuhan ritual. Sambil menari menumbuhkan sikap dan tindakan keagamaan, merasakan momen keindahan serta sekaligus menyelami rasa sujud kepada Tuhan. Selain itu, adanya jenis-jenis tari yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak, seperti Tari Rejang Dewa atau tari rejang lainnya yang tidak dituntut pola gerak, pola lantai dan komposisi yang rumit. Belajar menari sambil penyerahan diri secara total (berbakti: ngaturang ayah) kepada Tuhan di pura merupakan salah satu kewajiban yang dilakukan bagi anak-anak yang berbakat dan suka menari atau siapa saja yang berminat.

 Tari merupakan aktivitas yang melekat dengan kegiatan ritual di Desa Sembiran. Hampir di setiap ritual selalu menyertakan taritarian. Di Sembiran terdapat sanggar tari yang bernama Sanggar Yowana Mukti untuk anak-anak SD dan SMP. Keberadaan sanggar tersebut sangat bermanfaat untuk pembelajaran seni tari yang difungsikan sebagai keberlangsungan tari untuk upacara maupun tari untuk perayaaan hari besar Nasional. Tari yang diajarkan adalah tari untuk kepentingan ritual (untuk putra dan putri) dan tari kreasi. Tari kreasi yang diberikan adalah tari-tarian kreasi yang pada umumnya juga ada di luar daerah Sembiran (Bali), di antaranya; Sekar Jagad, Puspanjali, Selat Segara, Cendrawasih, Oleg Tambulilingan, Prawireng Putri, Margapati, Nelayan, Tenun, dan Panyembrama. Sedangkan taritarian ritual memang khusus digunakan untuk keperluan ritual di Sembiran, seperti: Nyong Nying, Rejang Dewa, Rejang Bunga, Rejang Tua, Baris Panah, Baris Jojor, Baris Dadap, Baris Barak, dan Baris Presi. Tari ritual tersebut memang ada kesamaan dengan yang terdapat di luar Desa Sembiran, tetapi di dalam penyajiannya sangat berbeda

sumber:

http://repository.isi-ska.ac.id/3131/2/BUKU%20TRADISI%20WISATA%20DESA%20SEMBIRAN.pdf

Komentar

  1. Semoga masyarakat setempat dapat terus menpertahankan kebudayaan2 sekitar agar tidak hilang termkan waktu👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Ngaturin

Tradisi Magepokan Untuk Menghusir Roh Jahat

Upacara Ngundang